Sebagai langkah memperkuat kapasitas generasi muda di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang bersama Kwartir Cabang Gerakan Pramuka menggelar Latihan Gabungan (Latgab) Saka Bakti Husada) pada 17 September 2025 di Aula Abdi Manaf SMK Muhammadiyah Lumajang.
Kegiatan tersebut menghadirkan sekitar 200 peserta, mulai dari Pimpinan Saka Bakti Husada Cabang Lumajang, instruktur enam krida dari 25 pangkalan, hingga Dewan Saka dari berbagai wilayah. Enam Instruktur SBH dari Puskesmas Pasirian turut serta sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan kader kesehatan remaja.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lumajang, Yudha Adji Kusuma, SH., menekankan bahwa SBH memiliki peran strategis sebagai wadah pembentukan generasi muda yang berkompeten dan berkarakter sehat. “Melalui SBH, para Pramuka tidak hanya ditempa menjadi pribadi yang sigap, tetapi juga siap menjadi penggerak perilaku hidup sehat serta pendukung upaya kesehatan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Latgab SBH tahun ini menyajikan beragam materi, antara lain penguatan kepramukaan bagi pamong dan instruktur, pemaparan perkembangan SBH di Lumajang, pendalaman enam krida beserta Syarat Kecakapan Khusus (SKK), serta penyusunan rencana tindak lanjut pembinaan di masing-masing pangkalan.
Enam krida yang dikembangkan mencakup Bina Lingkungan Sehat, Bina Keluarga Sehat, Penanggulangan Penyakit, Bina Gizi, Bina Obat, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur kesehatan yang berpengalaman di bidangnya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan P2KB Lumajang, Indah Kusumawati, S.Si. Apt., menyampaikan harapannya agar Latgab ini dapat memperkuat kolaborasi antar pangkalan dan meningkatkan kemampuan anggota maupun instruktur. “SBH harus mampu menjadi motor penggerak isu kesehatan prioritas seperti pencegahan stunting, peningkatan PHBS, hingga kesiapsiagaan terhadap bencana,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme melalui metode ceramah, diskusi, serta latihan praktik. Nuansa kebersamaan yang kuat menunjukkan komitmen para peserta untuk terus mengembangkan SBH sebagai wadah pembinaan kesehatan yang konsisten dan berkelanjutan di Kabupaten Lumajang.
Kegiatan ditutup dengan pesan motivasi agar anggota SBH terus meningkatkan kemampuan diri dan berperan sebagai kader kesehatan muda yang bermanfaat di sekolah, pesantren, maupun masyarakat luas.
_Promkes-Puspa