Pasirian, 24 September 2025 — Puskesmas Pasirian kembali menjadi salah satu lokasi penilaian utama dalam verifikasi lapangan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Swasti Saba 2025. Tim Juri Nasional dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Adam Udi Velianto, S.Tr.IP. dan dr. Dyana Gunawan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun langsung melakukan penilaian pada beberapa tatanan sehat di wilayah Kecamatan Pasirian.
Kunjungan pertama dilakukan di Desa Selok Anyar, lokasi inovasi Dokter Muter yang telah menjadi praktik baik dalam mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat. Tim juri meninjau pelaksanaan kegiatan, alur pelayanan, serta dampak program terhadap cakupan kesehatan masyarakat setempat.
Selain itu, tim juga menilai implementasi Early Warning System (EWS) yang menjadi bagian dari kesiapsiagaan desa dalam mendeteksi dini masalah kesehatan maupun kondisi kedaruratan lingkungan.
Perjalanan berlanjut ke Posyandu Melati Desa Selok Awar-Awar, salah satu posyandu yang telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) secara menyeluruh. Tim juri melihat langsung proses pelayanan mulai dari penimbangan, pengukuran balita, skrining kesehatan ibu-anak, hingga pencatatan berbasis aplikasi.
Tak hanya itu, program Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) turut menarik perhatian tim penilai. Para kader menunjukkan cara pemantauan jentik di tiap rumah serta strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian DBD.
Pada sesi akhir kunjungan, Tim Juri Nasional mendatangi Puskesmas Pasirian untuk menilai mutu pelayanan publik, inovasi, serta kesiapan sarana prasarana ramah disabilitas. Tim meninjau area pelayanan cepat, ruang tunggu, fasilitas bagi penyandang disabilitas, serta tata kelola mutu dan keselamatan pasien.
Kunjungi Dokumentasi Kegiatan kami melalui
https://youtu.be/IVRYbFrimWs?si=CGKOXiaKF2bSsoMu
https://youtu.be/an9Abu4hnOg?si=yxEgGUUjl7GoP66g
https://youtu.be/jolTYQTRBrw?si=Za5bn2X0Rcw9o0-w
_Promkes-Puspa